IP Address

.

Saturday, May 08, 2010

Data-Fakta Tim Piala Uber Indonesia

Jakarta - Dua tahun lalu Tim Uber Indonesia dikandaskan oleh China di laga final. Tahun ini harapan untuk menyudahi puasa selama 14 tahun masih membumbung tinggi. Berikut data dan fakta tim Piala Uber.


Maria Kristin Yulianti
Lahir: Tuban, 25 Juni 1985
Tinggi/Berat: 167 cm/55 kg
Klub: Djarum
Ranking BWF: 54
Nomor: Tunggal Ketiga
Prestasi: - Medali Emas SEA Games 2007
- Medali Perunggu Olimpaide China 2008
- Runner up Indonesia Open 2008


Adriyanti Firdasari
Lahir: Jakarta 16 Desember 1986
Tinggi/Berat: 170 cm / 59 kg
Klub: Jayaraya Jakarta
Ranking BWF: 24
Nomor: Tunggal kedua
Prestasi: -


Maria Febe Kusumastuti
Lahir: Boyolali, 30 September 1989
Tinggi/Berat: 162cm / 54 kg
Klub: Djarum
Ranking BWF: 19
Nomor: Tunggal pertama
Prestasi: - Juara Australia Open 2009
- Juara I Bitburger Open Jerman 2008


Lindaweni Fanetri
Lahir: Jakarta 18 Januari 1990
Tinggi/Berat: 167 cm/60 kg
Klub: Bina Bangsa
Ranking BWF: 86
Nomor: Tunggal Keempat
Prestasi: -


Greysia Polii
Lahir: Jakarta, 11 Agustus 1987
Tinggi/Berat: 162 cm/55 kg
Klub: Jayaraya
Ranking BWF: 13 (bersama Nitya Krishinda Maheswari)
Nomor: Ganda pertama
Prestasi: - Filipina Open 2006
- Medali Perak SEA Games 2005 & 2007
- Runner up Singapore Open 2009


Meiliana Jauhari
Lahir: Jakarta, 7 Mei 1984
Tinggi/Berat: 168 cm/ 77 kg
Klub: Djarum
Ranking BWF: 18 (bersama Shendy Puspa Irawati)
Nomor: Ganda pertama
Prestasi: -


Lilyana Natsir
Lahir: Manado, 9 September 1985
Tinggi/Berat: 168 cm / 58 kg
Klub: Tangkas
Ranking BWF:
Nomor: Ganda ketiga
Prestasi: - Medali Perak Olimpiade Beijing 2008 (ganda campuran bersama Nova Widianto)
- Juara Singapore Open 2004 (bersama Nova Widianto)
- Juara IBF World Championships 2005 (bersama Nova Widianto)
- Juara Asia 2006 (bersama Nova Widianto)
- Juara Singapore Open 2006 (bersama Nova Widianto)
- Juara Taipei Open 2006 (bersama Nova Widianto)
- Juara Korea Open 2006 (bersama Nova Widianto)
- JUara Filipina Open 2007
- Juara IBF World Championships 2007
- Juara China Open 2007
- Juara Hongkong Open 2007
- Juara Singapore Open 2008
- Juara Malaysia Open 2008
- Juara French Open 2008
- Juara China Masters 2007 (ganda putri bersama Vita Marissa)
- Juara Indonesia 2008 (bersama Vita Marissa)


Shendy Puspa Irawati
Lahir: Nganjuk, 20 Mei 1987
Tinggi/Berat: 177 cm/76 kg
Klub: Djarum
Ranking BWF: 18 (bersama Meiliana Jauhari)
Nomor: Ganda kedua
Prestasi:- Perempat Final Thailand Open 2008
- Semifinal Indonesia Open 2008
- Juara I Bulgaria Open 2006
- Juara I Brazil Open 2006


Nitya Krishinda Maheswari
Lahir: Blitar, 16 Desember 1988
Tinggi/Berat: 168 cm/68 kg
Klub: Jayaraya
Ranking BWF: 13 (bersama Greysia Polii)
Nomor: Ganda kedua
Prestasi: -Juara Singapore Satellite 2006
- Juara India Satellite 2005


Anneke Feinya Agustine
Lahir: Klaten, 11 Agustus 1991
Tinggi/Berat: 169 cm/65 kg
Klub: Jayaraya
Ranking BWF: 32 (bersama Annisa Wahyuni)
Nomor: Ganda ketiga
Prestasi:

Data-Fakta Tim Thomas Indonesia

Jakarta - Cuma pasangan Nova Widianto/Liliyana Natsir yang berstatus nomor satu dunia di skuad Piala Thomas Uber. Berikut data dan fakta skuad Merah Putih yang akan berlaga di Malaysia, 9 hingga 16 Mei ini.


Taufik Hidayat
Lahir: Bandung, 10 Agustus 1981
Tinggi/Berat: 176 cm/64 kg
Klub: SGS Elektrik
Ranking BWF: 5
Nomor: Tunggal pertama
Prestasi:
- Juara Indonesia Open (1999, 2000, 2002, 2003, 2004 and 2006)
- Juara Asian Games (2002 and 2006)
- Kejuaraan Dunia (2005)
- Medali Emas Olimpide (2004)
- Juara Piala Thomas (2000 dan 2002)
- Kejuaraan Asia (2000, 2004 and 2007)
- Juara Singapore Open (2001, 2004, 2005)
- Juara China Open (2005, 2006)
- Juara Malaysia Open (2000)
- JuaraMacau Open Badminton Championships (2008)
- Juara India Open (2009)
- Juara US Open (2009)


Sony Dwi Kuncoro
Lahir: Surabaya, 7 Juli 1984
Tinggi/Berat: 171 cm/60 kg
Klub: Suryanaga
Ranking BWF: 11
Nomor: Tunggal kedua
Prestasi:
- Medali Perunggu Olimpiade Athena 2004
- Kejuaraan Asia (2002, 2003, 2005)
- Runner up Kejuaraan Dunia 2007


Simon Santoso
Lahir: Tegal, 29 Juli 1985
Tinggi/Berat: 175 cm/64 kg
Klub: Tangkas Alfamart
Ranking BWF: 12
Nomor: Tunggal ketiga
Prestasi:
- Medali Perak SEA Games 2005
- Juara Chinese Taipei Open 2008


Dionysius Hayom Rumbaka
Lahir: Kulonprogo, 22 Oktober 1988
Tinggi/Berat: 182 cm/72 kg
Klub: Djarum
Ranking BWF: 26
Nomor: Tunggal keempat
Prestasi: - Juara I Banuinvest International Series Romania 2009
- Juara I Yonex Australian Open Grand Prix 2009


Markis Kido
Lahir: Jakarta, 11 Agustus 1984
Tinggi/Berat: 165 cm/62 kg
Klub: Jayaraya
Ranking BWF: 3 (bersama Hendra Setiawan)
Nomor: Ganda pertama
Prestasi:
- Juara Jakarta Open 2006
- Juara Hongkong Open 2006
- Juara China Open (2006, 2007)
- Juara Dunia 2007
- BWF World Cup 2007
- Chinese Taipei Grand Prix 2007
- Hong Kong Super Series 2007
- Emas SEA Games 2007
- Malaysia Super Series 2008


Hendra Setiawan
Lahir: Pemalang, 25 Agustus 1984
Tinggi/Berat: 181 cm/72 kg
Klub: Jayaraya
Ranking BWF: 3 (bersama Markis Kido)
Nomor: Ganda pertama
Prestasi:
-Kejuraan Asia 2005
- Juara Indonesia Open 2005
- Juara Dunia 2007
- China Super Series 2007
- Juara BWF World Cup 2007
- Juara Chinese Taipei Grand Prix 2007
- Juara Hong Kong Super Series 2007
- Medali Emas SEA Games 2007
- Medali Emas Olimpiade Beijing 2008
- Juara China Master Super Series 2008
- Juara Denmark Super Series
- Juara French Super Series


Nova Widianto
Lahir: Klaten, 10 November 1977
Tinggi/Berat: 179 cm/33 kg
Klub: Tangkas Alfamart
Ranking BWF:
Nomor: Ganda ketiga
Prestasi:
- Medali emas SEA Games 2001
- Kejuaraan Asia 2003
- Juara Japan Open 2003
- Juara Singapore Open 2004
- JUara Indonesia Open 2005
- Juara IBF World Championships
- Juara Singapore Open 2006
- Juara Asian Badminton Championships 2006
- Juara Badminton World Cup 2006
- Juara Chinese Taipei Open 2006
- Juara Korea Open 2006
- Juara Philippines Open 2007
- Juara BWF World Championships in Kuala Lumpur 2007
- Juara China Open Super Series 2007
- Juara Hongkong Super Series 2007
- Juara Singapore Open 2008
- Juara Malaysia Super Series 2009
- Juara French Super Series 2009
- Medali Emas SEA Games 2009 (2)


Alvent Yulianto
Lahir: Banyuwangi, 11 Juli 1980
Tinggi/Berat: 176 cm/71 kg
Klub: Suryanaga
Ranking BWF: 7 (bersama Hendra Aprida Gunawan)
Nomor: Ganda
Prestasi:
- Juara Indonesia Open 2004
- Juara Korea Open 2004
- Juara Singapore Open 2004
- Juara Thailand Open 2004


Hendra Aprida Gunawan
Lahir: Majalengka, 6 April 1982
Tinggi/Berat: 178 cm/73 kg
Klub: SGS Elektrik
Ranking BWF: 7 (bersama Alvent Yulianto)
Nomor: Ganda kedua
Prestasi:


Mohammad Ahsan
Lahir: Pelembang, 7 September 1987
Tinggi/Berat: 174 cm/61 kg
Klub: Djarum
Ranking BWF: 21 (bersama Bona Septano)
Nomor: Ganda ketiga
Prestasi:
- Juara Philippine Open Grand Prix Gold 2009
- Juara Vietnam Challenge 2007 .

Taufik: Kompetisi akan Ketat

Kuala Lumpur - Sebagian besar kalangan menilai China tetap merupakan kandidat terkuat juara Piala Thomas tahun ini. Tapi menurut Taufik Hidayat, mereka akan melakukannya dengan sangat keras.


"Saya memberi China kans 51-49 untuk mempertahankan gelarnya. Tapi saya kira Piala Thomas kali ini akan menjadi pertarungan yang sangat ketat dari babak knockout," demikian dikatakan tunggal putra pertama Indonesia itu setelah skuad "Merah Putih" tiba di Kuala Lumpur, Malaysia, pada hari Jumat (7/5/2010) petang.


"Bahkan saya memperkirakan adanya pertarungan ketat di antara tim-tim favorit di fase grup," sambung pemain nomor lima dunia itu, yang sudah mengoleksi medali Piala Thomas di tahun 2000 dan 2002.


China adalah juara tiga kali berturut-turut Piala Thomas, dan total telah memenanginya tujuh kali. Di edisi terakhir dua tahun lalu mereka mengalahkan Indonesia di final yang digelar di Jakarta.


Indonesia masih memegang rekor juara terbanyak dengan frekuensi 13 kali. Kali terakhir piala ini bersemayam di Jakarta adalah di tahun 2002, setelah menundukkan Malaysia 3-2 di di Guangzhou.


Source : DETIK SPORT

Raut Wajah Penuh Keseriusan

KUALA LUMPUR - Keseriusan wajah tim Thomas & Uber Cup Indonesia begitu tampak menjelang bergulirnya pertandingan pertama. Mereka terlihat tak menyiakan kesempatan saat mendapatkan uji lapangan sebelum menghadapi Australia di Juara Stadium, Minggu (9/5/2010).


Kondisi itu memberi isyarat mereka tak akan main-main menjalani pertandingan perdana, termasuk menghadapi Australia sebagai tim terlemah di turnamen bulu tangkis beregu dua tahunan tersebut. Pebulutangkis Indonesia bertekad akan mengamankan kemenangan pertama untuk membuka peluang menjadi juara grup.


Di atas kertas, tim Thomas & Uber Cup Indonesia memang diunggulkan atas Australia. Prediksi itu ditunjang dengan kualitas pebulu tangkis yang akan memperkuat Indonesia di turnamen prestisius tersebut.


Di Thomas Cup, Indonesia yang berada di Grup D masih berharap kepada muka lama seperti Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso di nomor tunggal putra. Sementara di nomor ganda, Indonesia masih mengandalkan pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan hingga Alvent Yulianto/Hendra Aprida Gunawan.


Susunan materi itu diprediksi akan mampu membendung Australia yang minim pengalaman di Thomas Cup. Keunggulan Taufik Hidayat dkk bertambah besar ketika Negeri Kanguru itu hanya diperkuat enam pebulu tangkis nonunggulan.


Pelatih Tunggal Putra Pelatnas Cipayung Agus Dwi Santoso menjelaskan, kualitas dan pengalaman tim Thomas Indonesia jauh dibandingkan Australia. Namun, pihaknya tak ingin menganggap remeh mereka meski dalam seeded berada di posisi buncit dari 12 negara peserta.


Pihaknya pun mengambil kesimpulan akan tetap menurunkan full squad dan enggan gambling di pertandingan tersebut. “Australia memang tim terlemah di turnamen itu, tapi kami tak boleh negatif thinking terhadap mereka. Anak-anak harus fokus maksimal meraih kemenangan,” pungkas Agus.


Komentar Agus yang akan menurunkan tim inti membuat Indonesia bakal turun berdasarkan peringkat BWF tertinggi. Artinya, Taufik bakal mendapatkan kesempatan pertama tampil di tunggal putra. Disusul Sony dan Simon. Sementara pasangan Markis/Hendra kemungkinan bakal menjadi ganda pertama disusul Alvent/Hendra AG.


“Prediksi menurunkan pemain seperti yang Anda bayangkan mungkin akan terealisasi. Apalagi, kami tak ingin menyiakan kesempatan meraih kemenangan pertama. Kami ingin menjadi juara grup untuk memuluskan langkah di putaran berikutnya,” ungkapnya.

Panpel Thomas & Uber Cup Siagakan Water Canon

SEPERTI turnamen atau kejuaraan pada umumnya, Piala Thomas & Uber 2010 juga tak lepas dari pantauan pihak keamanan. Mereka dilibatkan oleh pihak panitia untuk menyukseskan turnamen bulu tangkis beregu dua tahunan itu di Kuala Lumpur, Malaysia, 9-16 Mei 2010.


Menurut Anggota Panitia Piala Thomas & Uber 2010 Samsyul Arief bin Mochtar, turnamen seperti Piala Thomas & Uber tak mungkin tanpa kehadiran pihak keamanan. Mereka menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam menyukseskan turnamen tersebut.


Karena itu, pihaknya sudah sejak lama menggandeng pihak keamanan dari kepolisian Diraja Malaysia dan angkatan bersenjata sebelum menggelar turnamen tersebut. “Kami sudah melakukan koordinasi dengan mereka sebelum menggelar turnamen ini. Mereka antusias memberikan bantuannya selama berlangsungnya turnamen tersebut,” cetus Syamsyul.


Sayang, pihaknya belum mengetahui berapa detail jumlah pihak keamanan yang turut berperan dalam turnamen itu, khususnya dalam menjaga wilayah di kawasan Juara Stadium yang akan dijadikan tempat bertanding para peserta.


Dia memprediksi terdapat 1.000 pihak keamanan dari pihak kepolisian setempat dan belum termasuk dibantu oleh angkatan bersenjata. “Mungkin bisa lebih jika turnamen memasuki tahap final. Yang jelas, mereka bertugas mengamankan situasi selama pertandingan dengan harapan akan mengangkat imej Malaysia selaku tuan rumah,” ungkapnya.


Saat melakukan investigasi, para petugas dari kepolisian sudah terlihat mengamankan Juara Stadium yang terletak sekitar 50 km dari pusat kota. Mereka disinyalir sudah berada di lokasi sebelum turnamen hari pertama dilangsungkan, Minggu (9/5/2010).


Mereka pun terbagi menjadi beberapa divisi yang bertugas mengamankan wilayah berbeda. Sebagian dari mereka ada yang bertugas di luar stadion, ada yang di dalam berbaur dengan penonton, hingga di area masuk Juara Stadium. Bahkan, kendaraan berat seperti water canon, amphibi atau tank, hingga kendaraan berat lainnya sudah disiagakan untuk menjaga hal tak diinginkan.


Selain itu, mereka juga terlihat mengenakan seragam lengkap hingga polisi yang menyamar atau intel di tempat tersebut. Tujuan mereka tentunya sama, yakni mengamankan perhelatan akbar cabang olahraga (bulu tangkis) yang digelar di Malaysia.


Abdul Razzak selaku salah satu personel kepolisian setempat mengatakan, pihaknya sudah mendapat mandat dari komandannya untuk menjalani misi penting mengamankan jalannya pertandingan. Intinya, pihaknya ditugasi menjaga ketertiban, terutama menghindari adanya kerusuhan yang kemungkinan bakal terjadi saat berlangsungnya turnamen tersebut.


“Keamanan yang kami lakukan di sini mungkin sama dengan tingkat keamanan negara lainnya, termasuk negara Anda saat menjadi tuan rumah turnamen yang sama dua tahun silam. Kami bertekad akan memberikan pelayanan terbaik agar tercipta suasana kondusif selama turnamen itu berlangsung,” pungkasnya.


Abdul yang berjaga di luar lokasi Juara Stadium optimistis dan berharap tak akan terjadi tindak kekerasan selama turnamen itu berlangsung. Tapi, dia bersama rekan lainnya akan tetap waspada menjaga hal yang tak diinginkan. “Kami optimistis tak akan terjadi hal mengerikan seperti yang Anda bayangkan. Sebab, Malaysia cenderung dalam situasi kondusif dan tak terjadi pergolakan saat ini,” tambahnya.

Maria Kristin Punya Resep Kepercayaan Diri


PENCINTA bulu tangkis Tanah Air mungkin tidak asing mendengar nama Maria Kristin Yulianti. Ya, peraih medali perunggu Olimpiade 2008, Beijing, China, itu kembali dipercaya PB PBSI membela Tim Uber Indonesia di Kuala Lumpur, Malaysia, 9-16 Mei 2010.


Kehadiran Maria yang memiliki jam terbang sangat tinggi diantara pebulu tangkis putri Indonesia lainnya memang diharapkan akan membantu Tim Uber Indonesia mewujudkan ambisi gelar tahun ini. Namun, bagaimana Maria menyikapi anggapan tersebut?


Maria mengaku akan memberikan hasil terbaik di turnamen bulu tangkis dua tahunan tersebut. Tapi, dia tak dapat menjamin apakah Merah Putih akan berjaya atau paling tidak menyamai rekor dua tahun silam ketika menjadi finalis di kandang sendiri.


“Pastinya akan tampil maksimal, apalagi saya kembali mendapatkan kepercayaan luar biasa memperkuat Indonesia di turnamen tersebut,” pungkas dara cantik asal Tuban, Jawa Timur (Jatim) itu.


Meski demikian, Maria masih berpikir ulang mengenai peluang Indonesia di kancah Piala Uber tahun ini. Bukan meremehkan kualitas pebulu tangkis putri Indonesia yang akan berjuang di Malaysia, tapi lebih disebabkan karena calon lawan Merah Putih terbilang berat seperti China hingga tuan rumah Malaysia.


“China pastinya menjadi kekuatan yang sangat menakutkan, apalagi mereka membawa kekuatan penuh yang terdiri dari pebulu tangkis kelas dunia seperti Wan Chen dan Wang Yihan selaku top ranking BWF saat ini,” ujarnya.


Selain itu, pihaknya juga harus mewaspadai Malaysia yang bakal mendapatkan moral bertanding lebih besar ketimbang negara lainnya. Dukungan fans fanatik mereka diprediksi akan menjadi pelecut semangat tuan rumah tak mau dipermalukan ketika tampil di kandang sendiri.


Namun, Maria memiliki resep yang diharapkan akan membawa dampak positif saat pebulu tangkis putri Indonesia berlaga di Malaysia. Dia ingin rekannya bermain sesuai karakter mereka sendiri meski akan menemui hambatan terjal sekalipun.


“Pertandingan pastinya akan berat jika pemain memandangnya demikian, tapi tidak jika mereka berani tampil dengan kepercayaan yang dimilikinya. Saya optimistis peluang Indonesia akan lebih baik jika kami menerapkannya,” tambahnya.


Source : okezone.com/Koran Seputar Indonesia/Edi Yulianto

Thomas & Uber Cup, Ajang Pemburu Ringgit


MOMENTUM Thomas & Uber Cup 2010 atau adanya event bergengsi lainnya tak lepas dari sorotan pedagang. Para pelaku usaha itu memanfaatkan turnamen bulu tangkis dua tahunan tersebut sebagai ladang emas yang siap meraup ringgit di Negeri Jiran.


Turnamen seperti Thomas & Uber Cup memang menjadi momen paling ditunggu kebanyakan pedagang yang menjajakan beragam barang dagangan. Mereka beranggapan event langka karena digelar dua tahunan itu akan membawa rejeki berlipat dari biasanya.


A Chen misalnya, pedagang Malaysia keturunan China itu optimistis akan meraup keuntungan berlipat dari hari biasanya. Dia menilai turnamen seperti itu akan membawa hoki karena banyaknya pengunjung yang akan berdatangan ke Juara Stadium.


Apalagi, bulu tangkis merupakan salah satu olahraga paling digemari masyarakat Malaysia selain sepak bola. “Saya berharap akan mendapatkan laba besar atas terselenggaranya event tersebut,” kata A Chen, yang akan mencoba peruntungannya menjual boneka.


Selain A Chen, masih banyak pedagang lainnya yang mencoba peruntungan. Mereka pun rela membayar retribusi kepada panitia sebagai syarat menggelar barang dagangannya di pelataran stadion dengan harapan besar meraup banyak ringgit tahun ini.


Source : okezone.com