IP Address

.
Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Tuesday, August 30, 2011

Chinese Taipei Grand Prix Gold 2011 - Indonesia Player List


=====
Men's Singles Main Draw
1. Simon Santoso
2. Tommy Sugiarto
3. Dionysius Hayom Rumbaka
4. Alamsyah Yunus
5. Sony Dwi Kuncoro
6. Shesar Hiren Rhustavito
=====
Women's Singles Main Draw
1. Adrianti Firdasari
2. Maria Febe Kusumastuti
3. Lindaweni Fanetri
4. Aprilla Yuswandari
=====
Men's Doubles Main Draw
1. Markis Kido/Hendra Setiawan
2. Hendra Aprida Gunawan/Alvent Yulianto Chandra
3. Afiat Yuris Wirawan/Yohanes Rendy Sugiarto
4. Agripinna Prima Rahmanto Putra/Markus Gideon Fernaldi
5. Muhammad Ulinnuha/Ricky Karanda Suwardi
=====
Women's Doubles Main Draw
1. Greysia Polii/Meiliana Jauhari
2. Vita Marissa/Nadya Melati
3. Nitya Krishinda Maheswari/Anneke Feinya Agustin
4. Suci Rizky Andini/Della Destiara Haris
5. Gebby Ristiyani Imawan/Tiara Rosalia Nuraidah
=====
Mixed Doubles Main Draw
1. Tantowi Ahmad/Liliyana Natsir
2. Fran Kurniawan/Pia Zebadiah Bernadet
3. Muhammad Rijal/Debby Susanto
4. Nova Widianto/Vita Marissa

Source : Badminton World Federation

Thursday, March 31, 2011

Wakil Indonesia Melaju Mulus

Panji Akbar akhirnya berhasil melaju ke babak utama usai mengalahkan unggulan teratas kualifikasi dari Kamboja, Kim Hong Sieng 21-6, 21-3 hanya dalam 12 menit. Pada partai yang berlangsung malam harinya, Panji harus berjibaku selama 75 menit untuk mengalahkan rekan senegaranya, Evert Sukamta 16-21 23-21 21-14. Panji selanjutnya akan berhadapan dengan pemain Malaysia, Loh Wei Sheng.


Dua tunggal putra Indonesia lainnya juga melaju mulus ke babak kedua. Febriyan Irvannaldy yang bertemu pemain Taipei, Cheng Po Wei unggul 21-15 26-24 untuk membukukan satu tempat di babak kedua. Di tempat lainnya, Riyanto Subagja harus bermain rubber-game menghadapi Hsieh Feng Tse yang berakhir dengan skor 18-21 21-14 21-14.


Di nomor ganda campuran, pasangan gado-gado Malaysia/Indonesia Wong Beryno Jiann Tze/Rintan Apriliana Sutanto berhasil melaju ke babak utama. Di final kualifikasi, pasangan ini mengandaskan langkah tuan rumah, Bui Bang Duc/Le Thu Huyen 21-14 21-16. Sayang, di babak utama yang berlangsung pada malam harinya, Wong/Rintan dikalahkan pasangan Vietnam lainnya, Nguyen Khang Huynh/Nguyen Phuong Nhi Phung, 18-21 16-21.


Indonesia juga masih menyisakan wakilnya di nomor tunggal putri, ganda putra dan ganda putri yang baru memainkan babak pertama hari Kamis ini.

Saturday, March 26, 2011

Draws Ciputra Hanoi Vietnam Challenge 2011 (R1) - Indonesian shuttlers

Men's Singles - Qualifying
Panji Akbar v Chang Shih Ying (TPE)

Men's Singles - Main Draw
Hsieh Feng Tse (TPE) v Riyanto Subagja
Cheng Po Wei (TPE) v Febriyan Irvannaldy
Evert Sukamta v Qualification - Q1

Women's Singles - Main Draw
Sonia Su Ya Cheah (MAS) v Renna Suwarno
Bellaetrix Manuputty v Ng Florah Siew Fong (MAS)
Hera Desi Ana Rachmawati v Qualification - Q1
Qualification - Q2 v Maziyyah Nadhir

Men's Doubles - Qualifying
Mohd Razif Abd Rahman/Mohd Razif Abdul Latif (MAS) v Nur Wahid Ardianto/M. Allan Sholihuddin

Men's Doubles - Main Draw
Fernando Kurniawan/Wifqi Windarto v Qualification - Q1
Rizki Yanu Kresnayandi/Albert Saputra v Suwat Phaisansomsuk/Wasapon Uhamang (THA)
Mohd Lutfi Zaim Abdul Khalid/Vountus Indra Mawan (MAS) v Didit Juang Indrianto/Praveen Jordan
Andika Anhar/Hendra Setyo v Qualification - Q3
Marcus Fernaldi Gideon/Muhammad Ulinnuha v Shohei Hoshino/Akira Kobayashi (JPN)
Sarayuth Saetung/Natthanan Tansanga (THA) v Agripina Primarahmanto Putera/Ricky Karanda Suwardi
Pang Zheng Lin/Yew Hong Kheng (MAS) v Rahmat Adianto/Andrei Adistia
Jones Rafly Jansen/Dandi Prabudita v Choi Yong Hyun/Park Gun Nam (KOR)

Women's Doubles - Main Draw
Suci Rizky Andini/Della Destiara Haris v Nguyen Thi Sen/Vu Thi Trang (VIE)
Soong Fei Cho (MAS)/Rintan Apriliana Sutanto v Kim Chan Mi/Park So Young (KOR)
Sannatasah Saniru/Tee Jing Yi (MAS) v Komala Dewi/Jenna Gozali
Chen Hsiao Huan/Tai Ching Chieh (TPE) v Gebby Ristiyani Imawan/Tiara Rosalia Nuraidah

Mixed Doubles - Main Draw
Qualification - Q2 v Irfan Fadhilah/Weni Anggraini

Source : Badminton Asia

Entries of Ciputra Hanoi Vietnam Challenge 2011 - Indonesian shuttlers

Men's Singles - Main Draw
1. Evert Sukamta
2. Riyanto Subagja
3. Febriyan Irvannaldy

Men's Singles - Qualifying
1. Panji Akbar

Women's Singles - Main Draw
1. Bellaetrix Manuputty
2. Maziyyah Nadhir
3. Renna Suwarno
4. Hera Desi Ana Rachmawati

Men's Doubles - Main Draw
1. Fernando Kurniawan/Wifqi Windarto (1st seed)
2. Agripina Prima Rahmanto Putra/Ricky Karanda Suwardi (3rd seed)
3. Andika Anhar/Hendra Setyo (6th seed)
4. Rahmat Adianto/Andrei Adistia (7th seed)
5. Marcus Fernaldi Gideon/Muhammad Ulinnuha
6. Didit Juang Indrianto/Praveen Jordan
7. Rizki Yanu Kresnayandi/Albert Saputra
8. Jones Rafly Jansen/Dandi Prabudita

Men's Doubles - Qualifying
1. Nur Wahid Ardianto/M. Allan Sholihuddin (5th seed)

Women's Doubles - Main Draw
1. Suci Rizky Andini/Della Destiara Haris (1st seed)
2. Gebby Ristiyani Imawan/Tiara Rosalia Nuraidah (2nd seed)
3. Komala Dewi/Jenna Gozali (6th seed)
4. Soong Fei Cho (Malaysia)/Rintan Apriliana Sutanto (Indonesia)

Mixed Doubles - Main Draw
1. Irfan Fadhilah/Weni Anggraini (2nd seed)

Source : Badminton Asia

Friday, November 12, 2010

Suharso Suhandinata (1916-2010)


Former International Badminton Federation Executive Board member Suharso Suhandinata passed away on Thursday 11 November 2011 in Jakarta. He was 94.
Suharso, widely credited for his role together with the late Dick Sudirman in the unification of the then International Badminton Federation (IBF) and World Badminton Federation (WBF) in 1981, was an embodiment of grace and merit, serving the establishment at various levels but most prominently as an administrator and a diplomat.
Suharso played a major role in pushing for the then IBF to include the Sudirman Cup in its calendar in memory of the efforts of Dick Sudirman in uniting IBF and WBF.
He was also well known for his passion and commitment towards the development of badminton for youth, a fact which is clearly demonstrated in the running of his family’s club – Tangkas.
And in recognition of the family’s contribution to badminton, especially badminton for youth, the Badminton World Federation (BWF) renamed the World Junior Team Championship to the Suhandinata Cup in 2008. IBF-WBF-unification-small
Born third to a family of seven on 20 September 1916 in Bandung, Indonesia, Suharso completed his education at the La Salle college in Hong Kong and returned home to join his family business in Jakarta.
A player in his younger days, Suharso soon realised that his niche was rather in the management of the sport and so in 1962 took over the running of Tangkas.
This was to be the start of a journey that saw him rise through the ranks of the Indonesian Badminton Federation (PBSI) to a seat on the Executive Board of the then International Badminton Federation to which he was elected in 1975 and served until 1983.
A long serving member of the PBSI, the affable Suharso, the doyen of the Suhandinata family, was a highly respected member of the international badminton community.
Probably his greatest contribution to the sport and a personal achievement could be traced to 26th May 1981. On this day, the IBF and the breakaway World Badminton Federation were unified as one body after a break of three years. Suharso, along with his mentor Dr. Sudirman, was primarily instrumental in bringing the two federations together through the initiation of a series of meetings between the two parties.
The BWF also honoured Suharso with the Distinguished Service Award in 1986. He was also recipient of Indonesia’s highest award for a sport activist in 1971, the Satya Lencana Kebudayaan.
Though Suharso had not been active in the sport in his later years, his interest in the sport that he had devoted a lifetime to, never waned. He continued to be an interested party, deriving great pleasure watching it on the television, reading in the papers and journals and sharing it with the ‘legacy’ he has left behind his sons – Justian, Juniarto, Franklin and Ricky.
Justian emulated his dad and his now a member in the Council of the BWF while Juniarto is a Certificated Referee. His two other children Franklin and Ricky are in the family business.
Suharso Suhandinata, who had lost his wife in 2008, leaves behind 4 sons, 11 grandchildren and 14 great grandchildren.
He will be laid to rest on Sunday 14th November 2010 in the city of Trangerang, some 20km west of Jakarta.

Sunday, September 12, 2010

Prediksi China Masters Super Series 2010

PBSI di ajang China Masters Super Series kali ini hanya menyertakan 17 pemainnya untuk mewakili Indonesia di lima nomor. Di sektor tunggal putra, Hayom menjadi satu-satunya wakil Indonesia setelah Taufik Hidayat dalam akun twitter menyatakan mundur dari keikutsertaannya di turnamen ini dan akan fokus untuk Jepang Super Series yang berlangsung seminggu setelahnya. Berikut hasil prediksi yang dibuat dari beberapa sumber :

DIONYSIUS HAYOM RUMBAKA

Hayom yang di babak pertama bertemu dengan pemain Hongkong, Chan Yan Kit
berpeluang untuk memenangkan pertandingan. Hayom unggul dari segi "Head-to-Head" pertandingan dimana mereka baru pernah sekali bertemu yakni di babak semifinal Australia Grand Prix 2009 yang mana dimenangkan Hayom dalam rubber-game 16-21 21-13 21-19. Hayom juga unggul dalam segi peringkat terbaru BWF. Hayom kini menduduki peringkat 26 BWF sedangkan lawannya, Chan Yan Kit berada 6 peringkat dibawahnya yakni peringkat 32 BWF. Hal ini didukung dengan catatan Chan Yan Kit meraih hasil yang kurang bagus saat bertemu dengan pemain-pemain Indonesia lainnya. Jika Hayom berhasil menang, di babak kedua nanti kemungkinan besar akan menghadapi pemain tuan rumah, Chen Long yang di babak pertama bertemu pemain non-unggulan asal Israel, Misha Zilberman. Chen Long yang unggulan ke-7 dalam turnamen ini berpeluang besar memenangkan pertandingan melawan Hayom yang dari segi peringkat sudah unggul jauh. Chen Long saat ini menduduki peringkat 11 BWF. Dari segi "Head-to-Head" pertandingan, Chen Long dan Hayom yang baru sekali bertemu yakni di Swiss Super Series 2010, dimenangkan oleh Chen Long dalam rubber-game 21-12 17-21 21-15.

ADRIYANTI FIRDASARI
Firda di babak-babak awal sudah menemui jalan terjal karena sudah harus bertemu pemain tuan rumah yang tangguh. Di babak pertama China Masters kali ini, Firda bertemu dengan tunggal tuan rumah, Li Xuerui. Pemain muda dari Cina ini sudah membuktikan ketangguhannya, dimana Li terakhir memenangkan gelar tunggal putri di Kejuaraan Bulutangkis Antar Mahasiswa
2010 yang diselenggarakan di Taipei. Firda pernah bertemu dengan Li Xuerui dalam Final Macau Open 2010, dimana saat itu Firda mengalami anti-klimaks dari pertandingan-pertandingan sebelumnya dan menyerah dua game langsung, 18-21 15-21. Namun, Firda masih memiliki peluang tipis karena dari segi peringkat BWF, Firda masih unggul dengan bertengger di posisi 21 BWF sedangkan Li di posisi 31 BWF. Jika Firda berhasil melakukan revans, Wang Yihan kemungkinan besar menjadi lawannya di babak kedua. Firda memiliki peluang kecil untuk menang atas lawannya yang menjadi unggulan teratas tersebut. Diluar dugaan, Firda unggul 1-0 dalam pertemuannya dengan Wang Yihan yakni di Filipina Terbuka 2007 dimana Firda menang straight-game 21-14 21-16. Namun, Wang Yihan dulu masih menjadi pemain lapis ketiga saat bertemu dengan Firdasari, sedangkan sekarang Wang Yihan sudah menjadi kekuatan utama bahkan mampu mengokohkan dirinya sebagai peringkat satu dunia di nomor tunggal putri.

MARIA FEBE KUSUMASTUTI
Maria Febe juga senasib dengan rekannya di tunggal putri, Adriyanti Firdasari yang sudah bertemu dengan pemain tuan rumah. Maria Febe malah sudah harus bertemu salah satu pemain unggulan, Wang Lin (x8). Maria Febe hanya pernah sekali bertemu dengan Wang Lin, yaitu di gelaran Indonesia Open Super Series 2010 lalu yang dimenangkan oleh Wang Lin 21-11 21-10. Dari segi peringkat, Maria Febe juga tertinggal jauh dari lawannya yang merupakan peringkat ke-13 BWF, sedangkan Maria Febe 2 kali peringkatnya (26 BWF). Wang Lin sendiri juga mendapatkan suntikan motivasi setelah berhasil memenangkan Kejuaraan Dunia 2010 di Paris bulan Agustus lalu.



MOHAMMAD AHSAN/BONA SEPTANO
Ahsan/Bona menjadi satu-satunya wakil Indonesia di sektor ganda putra ini. Ahsan/Bona yang sekarang menduduki peringkat 29 BWF akan menghadapi ganda senior Thailand, Songphon Anugritayawon/Sudket Prapakamol. Dari segi peringkat Ahsan/Bona unggul tipis dengan lawannya yang peringkat 30 BWF. Menurut match record BWF, kedua ganda ini pernah bertemu sekali di ajang Djarum Indonesia Open Super Series 2007. Songphon/Sudket menang dua game langsung, 21-19 21-17. Namun, ganda Thailand tersebut baru kembali berpasangan pertengahan tahun 2010 setelah menyatakan untuk fokus bermain di ganda campuran bersama pasangannya masing-masing. Jika Ahsan/Bona berhasil menang, diperkirakan di babak kedua sudah bertemu dengan unggulan ke-2, Guo Zhendong/Xu Chen. Ahsan/Bona yang meraih hasil buruk di beberapa pertandingan terakhir, mempunyai peluang tipis untuk unggul atas lawannya yang menduduki posisi ke-4 di daftar peringkat terbaru BWF. Dua kali pertemuan kedua ganda ini di tahun 2009, Ahsan/Bona harus menyerah di dua pertandingan tersebut.

SHENDY PUSPA IRAWATI/NITYA KRISHINDA MAHESWARI
Shendy/Nitya akan menghadapi pasangan Korea, Ha Jung Eun/Jung Kyung Eun. Ha/Jung merupakan lawan yang cukup sulit bagi Shendy/Nitya dimana pasangan Korea ini ikut andil dalam membawa Korea memboyong Piala Uber untuk pertama kalinya dari tangan China. Shendy/Nitya unggul dalam segi peringkat BWF. Shendy/Nitya menduduik peringkat 62 BWF sedangkan lawannya, 82 BWF. Maka, peluang kedua ganda ini imbang 50:50. Jika berhasil memenangkan pertandingan ini, Shendy/Nitya sudah ditunggu oleh unggulan pertama, yakni ganda Taiwan, Cheng Wen Hsing/Chien Yu Chin yang mendapatkan bye di babak pertama. Shendy/Nitya sudah dua kali bertemu dengan pasangan dari Taiwan ini, di Kejuaraan Asia dan Singapura Super Series tahun 2010 ini. Keduanya dimenangkan oleh Cheng/Chien. Jika berhasil melaju mulus, Shendy/Nitya diprediksi bertemu kompatriotnya Greysia/Meiliana di perempatfinal dan Pan Pan/Tian Qing di semifinal.

GREYSIA POLII/MEILIANA JAUHARI
Deng Yuting/Xie Jing, ganda baru China ini akan menjadi lawan pertama ganda putri terbaik Indonesia, Greysia/Meiliana di ajang China Masters 2010. Sebagai unggulan ke-8, Greysia/Meiliana berpeluang menang 60:40 atas lawannya yang merupakan wakil tuan rumah ini. Di babak selanjutnya, Zhang Dan/Zhang Zhibo dari Macau akan menjadi lawan berikutnya jika kedua ganda ini mampu mengalahkan lawannya masing-masing. Di Macau GPG 2010 lalu, kedua pasangan ini bertemu di babak semifinal yang dimenangkan oleh ganda Indonesia, Greysia/Meiliana dengan skor 17-21 21-18 21-18. Jika berhasil menang, Shendy/Nitya diprediksi akan menjadi lawannya di babak perempatfinal dan Pan Pan/Tian Qing (China) di semifinal.

ANNEKE FEINYA AGUSTINE/ANNISA WAHYUNI
Anneke/Annisa juga bertemu dengan wakil tuan rumah, Cina di babak pertama gelaran China Masters Super Series 2010. Anneke/Annisa akan menghadapi pasangan baru Ma Jin/Zhong Qianxin. Ma Jin sebelumnya bermain dengan Wang Xiaoli di sektor ganda putri. Namun mulai di China Masters ini, Ma Jin akan bermain dengan Zhong Qianxin sedangkan Wang Xiaoli akan berpasangan dengan Yu Yang. Peluang Anneke/Annisa memenangkan pertandingan ini terbilang tipis walaupun pasangan Cina ini merupakan pasangan baru, tetapi Ma Jin diprediksi akan menjadi batu sandungan untuk pasangan ini. Jika berhasil menjalankan mission impossible ini, di babak kedua nanti diprediksi bertemu unggulan ke-4, Shinta Mulia Sari/Yao Lei (Singapura) dan Wang Xiaoli/Yu Yang di perempatfinal.

NOVA WIDIANTO/LILYANA NATSIR
Ganda China yang baru dipasangkan, Chen Zhiben/Xie Jing akan menjadi lawan Nova/Lilyana di babak pertama. Nova/Lilyana yang kembali menjadi unggulan pertama diharapkan mampu meraih juara dalam ajang super series ini. Di babak selanjutnya, Nova/Lilyana diperkirakan kembali bertemu dengan rekan senegaranya, Fran Kurniawan/Pia Zebadiah dan di perempatfinal akan menghadapi Joachim Fisher Nielsen/Christinna Pedersen (x6) asal Denmark jika berhasil melangkah mulus. Nova/Lilyana unggul 2-1 dalam "Head-to-Head" melawan Joachim/Christinna. Satu-satunya kekalahan yang diderita yaitu pada pertemuan terakhir di Japan Open Super Series 2009, kalah straight-game 18-21 12-21. Jika berhasil unggul, Nova/Lilyana diprediksi kembali bertemu pasangan Thailand, Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam.

FRAN KURNIAWAN TENG/PIA ZEBADIAH BERNADET
Fran/Pia di babak pertama akan bertemu dengan ganda Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying. Pertemuan di China Masters Super Series ini akan menjadi yang pertama bagi keduanya. Dari segi peringkat, kedua pasangan ini hanya terpaut 5 angka dimana Fran/Pia di posisi 14 BWF sedangkan Chan/Goh di posisi 19 BWF. Jika berhasil menang, pasangan ini sudah harus bertemu seniornya di pelatnas, Nova Widianto/Lilyana Natsir. Satu-satunya pertemuan antara keduanya yakni di Kejuaraan Dunia bulan lalu, dimana Nova/Lilyana unggul dua-game langsung.

MUHAMMAD RIJAL/DEBBY SUSANTO
Bermain sendiri di pul bawah, Rijal/Debby menjadi satu-satunya ganda campuran yang sudah menemui lawan berat di babak pertama. Pasangan baru, Tao Jiaming/Tian Qing yang langsung menjadi unggulan ke-7 adalah lawan yang harus dikalahkan Rijal/Debby untuk maju ke babak kedua. Jika berhasil di luar dugaan mengalahkan ganda ini, kemungkinan besar akan menghadapi ganda Korea, Shin Baek Cheol/Ha Jung Eun di babak kedua dan Lee Sheng Mu/Chien Yu Chin, unggulan ke-4 asal Taiwan di perempatfinal.

By : Sebastian Hardika (twitter : @putra_hardika)

Saturday, July 10, 2010

Indonesian Player List for Macau Grand Prix Gold 2010

Men's Singles
1. Sony Dwi Kuncoro
2. Simon Santoso
3. Dionysius Hayom Rumbaka

Women's Singles
1. Maria Febe Kusumastuti
2. Adriyanti Firdasari

Men's Doubles
1. Markis Kido/Hendra Setiawan
2. Hendra Aprida Gunawan/Alvent Yulianto Chandra
3. Afiat Yuris Wirawan/Rendy Sugiarto
4. Angga Pratama/Rian Agung Saputro

Women's Doubles
1. Greysia Polii/Meiliana Jauhari
2. Shendy Puspa Irawati/Nitya Krishinda Maheswari
3. Anneke Feinya Agustin/Annisa Wahyuni
4. Vita Marissa/Saralee Thoungthongkam (Indonesia/Thailand)
5. Pia Zebadiah Bernadet/Debby Susanto
6. Wang Lili/Minarti Timur (Philippines/Indonesia)

Mixed Doubles
1. Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa
2. Tantowi Ahmad/Liliyana Natsir
3. Muhammad Rijal/Debby Susanto
4. Fran Kurniawan Teng/Pia Zebadiah Bernadet
5. Markis Kido/Lita Nurlita

Friday, July 09, 2010

Indonesia Qualifier List for BWF World Championships Paris 2010

Men's Singles
1. Taufik Hidayat
2. Sony Dwi Kuncoro
3. Simon Santoso
Reserve List : Dionysius Hayom Rumbaka

Women's Singles
1. Maria Febe Kusumastuti
2. Adriyanti Firdasari
Reserve List : Fransiska Ratnasari

Men's Doubles
1. Markis Kido/Hendra Setiawan
2. Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan
3. Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan
Reserve List : Muhammad Ahsan/Bona Septano

Women's Doubles
1. Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii - Withdrawn/cancelled
2. Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari - Withdrawn/cancelled
Reserve List : Anneke Feinya Agustin/Annisa Wahyuni

Mixed Doubles
1. Nova Widianto/Liliyana Natsir
2. Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa
3. Fran Kurniawan/Pia Zebadiah Bernadet
Reserve List : Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita

Sunday, May 23, 2010

Daftar Pemain Indonesia yang bermain di Singapore SS 2010

Tunggal Putra
1. Sony Dwi Kuncoro
2. Simon Santoso
3. Dionysius Hayom Rumbaka
4. Andre Kurniawan Tedjono - lewat kualifikasi
Reserve : Tommy Sugiarto, Nugroho Andy Saputro, Darius Prawiso

Tunggal Putri
1. Maria Febe Kusumastuti
2. Adriyanti Firdasari
3. Fransisca Ratnasari
4. Maria Kristin Yulianti - lewat kualifikasi
Reserve : Melicia Kurniawan

Ganda Putra
1. Markis Kido/Hendra Setiawan
2. Hendra Aprida Gunawan/Alvent Yulianto Chandra
3. Rian Sukmawan/Yonathan Suryatama Dasuki
4. Bona Septano/Muhammad Ahsan
5. Ronald Susilo [SIN]/Candra Wijaya [INA] - lewat kualifikasi
Reserve : Syarif Shahmie Radhitian/Chrisna Adiwijaya

Ganda Putri
1. Anneke Feinya Agustin/Annisa Wahyuni
2. Greysia Polii/Meiliana Jauhari
3. Saralee Thoungthongkam [THA]/Vita Marissa [INA]
4. Nitya Krishinda Maheswari/Shendy Puspa Irawati

Ganda Campuran
1. Nova Widianto/Liliyana Natsir
2. Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa
3. Fran Kurniawan Teng/Pia Zebadiah Bernadet
4. Markis Kido/Lita Nurlita - lewat kualifikasi
5. Hendra Setiawan [INA]/Anastasia Russkikh [RUS] - lewat kualifikasi
6. Tontowi Ahmad/Greysia Polii - lewat kualifikasi

Daftar Pemain Indonesia yang bermain di India GP 2010

Tunggal Putra
1. Tommy Sugiarto
2. Alamsyah Yunus
3. Nugroho Andi Saputro
4. Ary Trisnanto
5. Nandang Arif Saputro

Tunggal Putri
1. Lindaweni Fanetri
2. Aprilia Yuswandari
3. Rizki Amelia Pradipta
4. Maziyyah Nadhir
5. Bellaetrix Manuputty

Ganda Putra
1. Fernando Kurniawan/Wifqi Windarto
2. Berry Angriawan/Muhammad Ulinnuha
3. Rendy Sugiarto/Afiat Yuris Wirawan
4. Angga Pratama/Rian Agung Saputro
5. Andhika Anhar/Hendra Setyo Nugroho
6. Rizki Yanu Kresnayandi/Albert Saputra
7. Muhammad Rijal/Muhammad Rizki Delynugraha

Ganda Putri
1. Komala Dewi/Keshya Nurvita Hanadia
2. Richi Puspita Dilli/Debby Susanto
3. Jenna Gozali/Variella Aprilsasi Putri Lejarsari
4. Dwi Agustiawati/Ayu Rahmasari
5. Suci Rizki Andini/Della Destiara Haris

Ganda Campuran
1. Muhammad Rijal/Debby Susanto
2. Riky Widianto/Jenna Gozali
3. Mochamad Rizki Delynugraha/Richi Puspita Dilli
4. Rizki Yanu Kresnayandi/Dwi Agustiawati
5. Hendra Mulyono/Ayu Rahmasari

Friday, May 14, 2010

THOMAS CUP UPDATE: NOVA-ALVENT PUT INDONESIA IN FINAL

KUALA LUMPUR (14 May 2010) - The second doubles pair of Nova Widianto-Alvent Chandra put Indonesia in their first Thomas Cup final since 2002 when they beat the Japanese pair of Noriyasu Hirata-Hiroyuki Endo 21-14, 22-20.
The overall score before the start of the match was 2-1 to the advantage of Indonesia thanks to victories from Taufik Hidayat in the first singles and Markis Kido-Hendra Setiawan in the first doubles.
And while Sho Sasaki pulled one back and gave Japan their first point in the semi-finals this afternoon when he overcame Simon Santoso in the second singles, there was just no way Japan could fight back in the second doubles.
Nova-Alvent won the first set 21-14 in 12 minutes before Noriyasu-Hiroyuki’s attempt of a comeback in the second set was snuffed out with a close 20-22 defeat.
Indonesia booked their place in the final on Sunday with a 3-1 win over Japan in the semi-finals.

Thursday, May 13, 2010

Firdasari Kalah, Indonesia Terjegal

JAKARTA, Kompas.com - Tim putri Indonesia gagal membuat kejutan di semifinal Piala Uber 2010 yang berlangsung di Stadium Putra, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (13/5/10). Melawan China yang menjadi favorit juara, pasukan Merah Putih menyerah 0-3.


Kepastian Indonesia terjegal itu terjadi setelah tunggal kedua Adriyanti Firdasari menyerah 17-21, -21 dari pemain kidal China nomor dua dunia, Wang Xin. Pasalnya, pada dua partai pertama Indonesia juga kalah, ketika Maria Febe Kusumastuti kalah 7-21, 12-21 dari pemain nomor satu dunia Wang Yihan, dilanjutkan dengan kegagalan ganda pertama Greysia Polii/Meiliana Jauhari, yang menyerah 17-21, 13-21 dari pasangan nomor satu dunia Ma Jin/Wang Xiaoli.


Dengan demikian, China maju ke final untuk bertemu dengan Korea Selatan, yang sudah lebih dulu meraih tiket ke partai puncak usai mengalahkan Jepang 3-1. China tampaknya jadi favorit, dan berpeluang besar merengkuh gelar turnamen beregu dua tahunan ini untuk ketujuh kali secara berturut-turut--sejak 1984 China selalu juara, dan hanya dua kali terjegal pada tahun 1994 dan 1996.

Wednesday, May 12, 2010

Simon Pastikan INA ke Semifinal

KUALA LUMPUR - Simon Santoso menjadi kunci keberhasilan Tim Thomas Indonesia melaju ke semifinal Thomas & Uber Cup 2010. Tampil sebagai pemain ketiga, Simon mengantar Merah Putih unggul 3-0 atas India di perempat final.


Bermain di Putra Stadium, Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (12/5/2010), Simon berhasil menundukkan Arvind Bhatt, dua set langsung 21-8 dan 21-10. Simon memberikan angka ketiga, setelah sebelumnya Indonesia unggul 2-0 melalui Taufik Hidayat serta pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan.


Simon yang biasanya tampil sebagai pemain terakhir (kelima), kali ini dipasang sebagai pemain ketiga, menggantikan tampat Sony Dwi Kuncoro yang masih bermasalah dengan cedera punggung. Tak ingin menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan tim, Simon tampil luar biasa meladei perlawanan Arvind Bhatt yang memaksa Sony menyerah (WO) pada laga kedua babak penyisihan Grup.


Di set pertama, Simon langsung tancap gas dan tidak banyak memberi angin bagi Bhatt untuk mengembangkan permainan. Simon akhirnya mampu menyegel set pertama dengan skor cukup menyakinkan 21-8.


Pemandangan di set kedua kembali tak jauh berneda. Simon tetap memegang penuh jalannya laga, meski kali ini Bhatt lumayan memberikan perlawanan sepadan. Sayang, usaha Bhatt akhirnya sia-sia setelah Simon berhasil memenangi set kedua dengan skor 21-10.

Srikandi Indonesia Rebut Tiket Semifinal

KUALA LUMPUR – Tim Putri Indonesia memastikan diri ke babak semifinal Uber Cup 2010. Tiket diraih setelah para Srikandi Merah Putih menghabisi Malaysia 3-0.


Adalah Maria Kristin Yulianti yang memastikan kemenangan Tim Indonesia. Maria mengungguli pemain andalan tim tuan rumah Jing Yee Tee lewat dua set langsung 21-19 21-16 dalam waktu 38 menit.


Kemenangan ini, maka Indonesia berhasil unggul atas Malaysia dengan skor 3-0. Srikandi Merah Putih akan melawan pemenang antara China yang akan menghadapi India.


Maria langsung unggul cepat 5-1 pada set pertama. Kendati demikian, Tee yang mendapatkan dukungan penonton tuan rumah, mampu bangkit dan menyamakan kedudukan 9-9.


Kesalahan yang dibuat Tee membuat Maria berhasil menyamakan kedudukan dengan skor 18-18. Pebulutangkis asal Bandung itu akhirnya memenangi set pertama dengan skor 21-19.


Permainan Maria semakin membaik pada set kedua. Pebulutangkis 28 tahun itu langsung memimpin dengan skor 11-3. Tapi, Tee kembali mampu mengejar dan mengubah kedudukan menjadi 14-11.


Namun, tekanan pendukung tuan rumah tidak membuat mental Maria jatuh. Terbukti, dia mampu menjaga keunggulan dan memastikan kemenangan dengan skor 21-16.

Tim Thomas dan Uber Indonesia Pastikan Tiket Semifinal

KUALALUMPUR - Tim Thomas dan Uber Indonesia sama-sama meraih kemenangan langsung 3-0 atas lawan-lawannya dalam babak perempatfinal yang diselenggarakan di Putra Stadium Bukit Jalil, Kuala Lumpur.


Berikut Hasil Selengkapnya :
PIALA THOMAS : India vs Indonesia 0-3
Kashyap Parupalli - Taufik Hidayat 12-21 21-10 17-21
Sanave Thomas/Akshay Dewalkar - Markis Kido/Hendra Setiawan 16-21 17-21
Arvind Bhat - Simon Santoso 8-21 10-21


PIALA UBER : Indonesia vs Malaysia 3-0
Adriyanti Firdasari - Wong Mew Choo 21-9 21-16
Greysia Polii/Meiliana Jauhari - Wong Pei Tty/Chin Eei Hui 26-24 21-18
Maria Kristin Yulianti - Tee Jing Yee 21-19 21-16

Tuesday, May 11, 2010

Piala Uber : Indonesia Pastikan Raih Posisi Juara Grup D

KUALALUMPUR - Dalam pertandingan yang dilangsungkan di Lapangan 1 - Putra Stadium Kuala Lumpur, Indonesia berhasil mengungguli Denmark dengan skor 5-0. Pesta kemenangan Indonesia ini dibuka oleh Adriyanti Firdasari yang bermain sebagai tunggal pertama menggantikan Maria Febe Kusumastuti berhasil mengandaskan perlawanan Camilla Sorensen dalam straight-game 21-11 21-11. Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari menambah keunggulan Indonesia menjadi 2-0 atas Denmark setelah memenangkan pertandingan melawan Kamilla Rytter Juhl/Christinna Pedersen dalam rubber-game 13-21 21-15 21-13. Partai ketiga yang memainkan tunggal putri, Maria Kristin Yulianti memastikan Indonesia menjadi Juara Grup D setelah mengalahkan Karina Jorgensen, 21-9 21-6 dalam waktu 26 menit. Shendy Puspa Irawati/Liliyana Natsir dan Lindaweni Fanetri melengkapi kemenangan Indonesia menjadi 5-0. Shendy/Liliyana unggul atas Lena Frier Kristiansen/Marie Ropke 21-17 21-17, sedangkan Lindaweni mengandaskan perlawanan Line Kruse, 21-6 21-12.

Monday, May 10, 2010

Thomas Cup : Indonesia Juara Grup D, Peru tersingkir

KUALALUMPUR - Indonesia meraih kemenangan keduanya dalam penyisihan Thomas Cup Grup D dengan mengalahkan India dengan skor 4-1. Di pertandingan lainnya, Peru dipastikan tersingkir lebih dini dalam ajang Thomas-Uber Cup 2010 ini.


Indonesia, peraih 13 kali piala Thomas, menurunkan pemain yang hampir sama dengan komposisi pemain yang diturunkan kemarin ketika berhasil membantai Australia 5-0, dengan Taufik Hidayat yang tampil sebagai tunggal pertama.


Mantan juara dunia ini berhasil mengejar ketertinggalan di game pertama dan menang atas Kashyap Parupalli 14-21 21-19 21-18 dalam pertandingan yang berlangsung 64 menit ini. Ganda pertama Indonesia, Markis Kido/Hendra Setiawan juga menyelesaikan tugasnya dengan baik dengan mengandaskan perlawanan Sanave Thomas/Akshay Dewalkar 21-11 21-13 dalam waktu 21 menit menjadikan Indonesia unggul 2-0.


India berhasil mencuri satu angka setelah tunggal kedua Indonesia, Sony Dwi Kuncoro mengundurkan diri di babak kedua dalam pertandingan melawan Arvind Bhat. Namun, ganda kedua Indonesia, Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan memastikan Indonesia menang 3-1 India setelah mengalahkan Rupesh Kumar/Diju Valiyaveetil 14-21 21-13 21-11. Simon Santoso berhasil menggenapi keunggulan Indonesia atas India dengan menang straight-game 21-8 21-17 atas Anup Sridhar.


Di pertandingan lainnya, Peru dipastikan tersingkir setelah meraih kekalahan keduanya dalam penyisihan Grup A atas tim kuda hitam, Korea Selatan 0-5.

Sunday, May 09, 2010

Tim Thomas Akhirnya Menang Telak 5-0

JAKARTA, Kompas.com - Tim Piala Thomas Indonesia memastikan kemenangan atas Australia 5-0 dalam pertandingan pertama Grup D, Minggu (9/5/2010).


Setelah Simon Santoso memastikan kemenangan Indonesia 3-0, dua partai tersisa juga dimenangi Indonesia. Ganda kedua Nova Widianto/Muhammad Ahsan menang atas Raj Veeran/Jeff Tho 21-13 21-6 dalam waktu hanya 17 menit.


Poin kelima diraih tunggal putera Dionysius Hayom Rumbaka setelah menang dua game atas Stuart Gomez 21-12 21-10. Hayom yang melakukan debut di Piala Thomas menang dalam 21 menit.


Dengan kemenangan ini, Indonesia sementara memimpin klasemen Grup D. Senin (10/5) Taufik Hidayat dkk akan ditantang India. Sementara India akan menghadapi Australia pada pertandingan terakhir, Selasa (11/5)..


Hasil lengkap:
Taufik Hidayat [INA] -[AUS] Jeff Tho 21-12 21-12
Markis Kido/Hendra Setiawan [INA]-Ross Smith/Glenn Warfe [AUS] 21-14 24-22
Simon Santoso [INA]-Chad Whitehead [AUS] 21-13 21-4
Nova Widianto/Muhammad Ahsan [INA]-Raj Veeran/Jeff Tho [AUS] 21-13 21-6
Dionysius Hayom Rumbaka [INA]-Stuart Gomez [AUS] 21-12 21-10

Tim Uber Indonesia Tunggu Denmark

JAKARTA, Kompas.com - Maria Kristin Yulianti bermain sempurna untuk membawa tim Piala Uber Indonesia mengalahkan Australia 5-0 dalam pertandingan Grup B.


Dalam partai terakhir yang berlangsung di stadion Putra Bukit Jalil ini, Kristin membulan-bulani tunggal terakhir Australia, Chia Chi Huang dalam dua game 21-6 21-13 dalam 24 menit.


Sementara di partai sebelumnya, ganda puteri Shendy Puspa Irawati/Liliyana Natsir mampu membawa Indonesia unggul 4-0 dengan mengalahkan ganda puteri Australia Katie Wilson Smith/Eugenia Tanaka 21-13 21-11 dalam 20 menit.


Tim Piala Uber Indonesia baru akan bermain kembali menghadapi tim Denmark di Grup B pada Selasa (11/5/2020).


Hasil lengkap:
Maria Febe Kusumastuti [INA]-Leanne Choo [AUS] 21-13 21-5
Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari [INA]-Renuga Veeran/He Tian Tang [AUS] 21-16 21-11
Adriyant Firdasari [INA]-Erica Pong [AUS] 21-12 21-5
Shendy Puspa Irawati/Lilyana Natsir [INA]-Kate Wilson Smith/Eugenia Tanaka [AUS] 21-13 21-11
Maria Kristin Yulianti [INA]-Chia Chi Huang [AUS] 21-6 21-13

Tim Uber Indonesia Susul Thomas


KUALA LUMPUR – Hasil impresif yang diraih Tim Thomas Indonesia menular pada Tim Uber. Minggu (9/5/2010), Indonesia menggerus Australia 5-0.


Di partai pertama, Maria Febe Kusumastuti menang dua set langsung atas Leanne Choo, 21-13 21-5. Kemenangan ini rupanya memacu motivasi partai kedua, yang dimainkan ganda putri Greysia Polii dan Nitya Krishinda Maheswari.


Maria Febe dan Nitya kembali menyapu bersih dua set atas Renuga Vaeran yang berpasangan dengan He Tian Tang. Meski demikian, perjalanan Maria Febe dan Nitya tak mudah, meski akhirnya menang 21-16 21-11.


Di partai ketiga Firdasari mengandaskan harapan Australia mencuri angka. Firdasari meneku Erica Pong 21-12 21-4. Dominasi Indonesia berlanjut di partai keempat.


Ganda putri kedua, Shendy Puspa Irawati yang berpasangan dengan Lilyana Natsir, mengakhiri perlawanan Kate Wilson Smith dan Eugenia Tanaka 21-13 21-11.


Di partai terakhir, Maria Kristin tampil tanpa beban. Maria akhirnya menutup laga 21-6 21-13 melawan Chia Chi Huang.


Sumber : Sport OKEZONE.com